Minggu, 21 Oktober 2018

Buzzer Politik Dapat Mengarahkan Pemilih

Buzzer Politik di Indonesia saat ini menjadi andalan untuk meningkatkan elektabilitas pasangan calon di setiap pemilu yang diadakan KPU. BEragam platform pun dipakai, yakni Facebook, Twitter, maupun Instagram digunakan untuk menjaring dukungan politik. Buzzer atau yang sebenarnya harus disebut Pendengung di media sosial saat ini memiliki posisi yang penting bagi para pelaku politik terutama mereka yang tengah menghadapi Pemilihan Presiden di Tahun 2019 nanti.
Buzzer Politik
Buzzer Politik

Para peserta Pilpres baik dari kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pun menganggap hadirnya buzzer mampu untuk mempengaruhi pilihan masyarakat untuk memilih salah satu calon pasangan di Pilpres 2019 nanti. Budiman Sudjatmiko, Politisi PDI Perjuangan mengatakan bahwa tim buzzer sangat efektif untuk kepentingan politik apalagi jika memiliki pengikut yang sangat banyak. Budiman juga mencontohkan bahwa hanya dibutuhkan 2 ribu sampai dengan 3 ribu buzzer politik yang melalui twitter mampu untuk menggaet 1 juta pemilih di Indonesia.

Strategi Buzzer untuk menggaet pemilih salah satunya adalah dengan memetakan data pemilih yang tepat sasaran agar pendekatan persuasif yang dilakukan dapat lebih efektif. Budiman berujar bahwa Twitter yang penggunanya aktif itu sangat unik dan bisa mempengaruhi pengguna lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar